Internasional

Trump Tidak Puas dengan Nato, Mencaci Lautan Biru dengan Kebijakan Baru

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan kekecewaannya yang jelas terhadap negara-negara anggota Nato yang enggan untuk membantu operasi militer AS di Timur Tengah. Peristiwa ini terjadi saat ia bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada Senin lalu, sebelum memulai pertemuan tahunan Nato di Ankara.

Trump menekankan bahwa AS sudah tidak sabar lagi dengan tanggapan negara-negara anggota Nato, yang seharusnya membantu Washington dalam operasi militer yang telah berlangsung selama beberapa waktu. Selain itu, Trump juga menyebutkan bahwa AS akan mempertimbangkan untuk menjual F-35 jet pejuang kepada Turki setelah beberapa tahun lamanya gagal dalam mencapai kesepakatan.

Penjualan F-35 ini akan sangat berdampak besar bagi industri pertahanan Turki, karena nilai yang ditawarkan adalah senilai miliaran dolar. Hal ini juga menunjukkan bahwa AS sudah menarik diri dari perdagangan senilai besar-besaran, yang kemungkinan akan memicu reaksi dari negara-negara anggota Nato lainnya.

Tidak hanya itu, Trump juga menunjukkan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, sebuah wilayah di Lautan Biru yang masih dikuasai oleh Denmark. Hal ini menunjukkan bahwa AS sudah tidak sabar lagi untuk meningkatkan kekuatannya di wilayah tersebut.

'Kita butuh kekuatan di sana,' kata Trump, menunjukkan bahwa AS akan berusaha untuk meningkatkan kekuatannya di wilayah tersebut.