Internasional

Presiden Kolombia Terpilih Batal Transisi Setelah Calon Lawan Gugat Golput

Presiden Kolombia terpilih Abelardo de la Espriella meluncurkan serangan keras terhadap Presiden petahana Gustavo Petro, setelah petahana itu menolak mengakui hasil pemilu Presiden Kolombia yang berlangsung pada 21 Juni lalu. De la Espriella mengaku bahwa Petro sedang mencoba menggulingkan pemerintahan dengan mengklaim adanya penipuan dalam proses pemilu.

Petro sendiri pada Senin lalu mengatakan bahwa dia tidak akan mengakui kemenangan de la Espriella dalam pemilu itu, tanpa menyediakan bukti-bukti untuk mendukung klaimnya tersebut. De la Espriella kemudian mengatakan bahwa Petro sedang mencoba menggulingkan pemerintahan dengan mengklaim adanya penipuan dalam proses pemilu

Dengan demikian, transisi pemerintahan di Kolombia terhambat. De la Espriella mengatakan bahwa dia tidak akan melanjutkan proses transisi hingga semua masalah yang ada dapat diselesaikan. Petahana Petro sendiri telah berjanji untuk tidak mengakui hasil pemilu itu, dan beberapa partai politik di Kolombia telah mengancam untuk menentang transisi pemerintahan jika hasil pemilu tidak diakui.

Transisi pemerintahan di Kolombia telah terhambat karena perdebatan antara Presiden terpilih de la Espriella dan Presiden petahana Petro. Perdebatan ini semakin memanas karena klaim adanya penipuan dalam proses pemilu. Presiden terpilih de la Espriella telah mengatakan bahwa dia tidak akan melanjutkan proses transisi hingga semua masalah yang ada dapat diselesaikan.