Bisnis

IHSG Siap Koreksi: Dampak Watchlist S&P DJI yang Harus Diperhatikan

Indikator teknikal menunjukkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Menurut analisis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, IHSG membentuk pola downward bar setelah gagal menembus area resistance. Selain itu, indikator Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan sinyal negatif yang diikuti penurunan volume transaksi.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan bahwa keputusan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) untuk memasukkan Indonesia ke dalam watchlist reklasifikasi pasar untuk 2027 menjadi salah satu sentimen yang membebani pasar. Hal ini diperkirakan memberikan tekanan terhadap sentimen investor di pasar saham domestik.

Menurut Nafan, langkah S&P DJI tersebut dapat menjadi momentum bagi regulator untuk mempercepat reformasi pasar modal. Dalam jangka menengah, keputusan ini dapat menjadi dorongan bagi OJK maupun SRO untuk mempercepat reformasi pasar modal, seperti peningkatan transparansi, likuiditas, free float, dan kemudahan akses bagi investor institusi global.

Di luar negeri, eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi faktor yang membayangi pergerakan pasar global. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai berakhirnya gencatan senjata dengan Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan memicu kenaikan harga minyak dunia.

Menurut Nafan, kondisi tersebut mendorong investor beralih ke aset safe haven, termasuk dolar AS, sehingga menekan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi 0,19% ke level Rp18.014 per dolar AS.

Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG diperkirakan didominasi oleh sentimen negatif dengan kecenderungan melanjutkan koreksi. Namun, ada beberapa faktor yang dapat mengubah sentimen pasar, seperti rilis data penjualan ritel Indonesia periode Mei 2026 yang memperkirakan pertumbuhan penjualan mencapai 2% secara tahunan.