Saat warga timur China siap-siap menghadapi kedatangan typhoon Bavi, beberapa blogger telah menggunakan model cuaca AI untuk memprediksi cuaca dan membagikannya di media sosial.
Peringatan dari media negara itu datang, mengingatkan bahwa prediksi cuaca yang tidak jelas perlu diatasi dan bahwa para blogger yang tidak berlisensi berpotensi melanggar hukum.
Mengutip laporan dari China Media Group, beberapa blogger yang mengaku sebagai 'penggemar cuaca' telah menggunakan data dari model cuaca AI sumber terbuka untuk memprediksi cuaca.
Beberapa bahkan telah menawarkan layanan prediksi cuaca mereka kepada orang lain, yang tentu saja membangkitkan kekhawatiran tentang keamanan dan akurasi data tersebut.
Para blogger tersebut juga diduga telah menyalahgunakan teknologi AI untuk mendapatkan keuntungan pribadi, yang melanggar aturan yang ketat di China.
Para pejabat pemerintah telah mengingatkan bahwa para blogger harus berhati-hati dalam menggunakan teknologi AI untuk memprediksi cuaca, dan bahwa mereka harus mematuhi regulasi yang ketat yang ada.
Warga China harus siap menghadapi badai Bavi dengan hati-hati dan berdoa semoga tidak ada korban jiwa yang terjadi.
Kita hanya akan menunggu kabar selanjutnya.