Pemerintah Amerika Serikat telah menyiapkan siaga untuk menyerang Iran, namun Presiden Donald Trump juga belum menutup pintu untuk kerja sama dengan Iran. Menurut sumber, Trump telah menunjukkan kemungkinan untuk melakukan serangan jika situasi memungkinkan.
Sebaliknya, Kepala Majelis Tinggi Iran, Ali Larijani, telah menyatakan bahwa Iran akan menanggapi serangan AS dengan tegas. "Jika Amerika menyerang kami, kami akan menanggapi dengan kekuatan yang sama," kata Larijani.
Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran masih sangat tegang, dan kerja sama di antara mereka masih belum terlalu jelas. Amerika Serikat telah menuduh Iran terlibat dalam serangan militer terhadap kapal tanker di Perairan Arab, dan Iran telah menolak untuk meminta maaf atas insiden itu.
Sekarang, kedua negara ini berusaha untuk menemukan jalan tengah dan menghindari konflik lebih lanjut. Namun, situasinya masih sangat berisiko, dan masyarakat dunia harus tetap waspada terhadap kemungkinan konflik yang lebih besar.