Volkswagen, perusahaan otomotif terbesar di Eropa yang juga memiliki merek seperti Audi, Porsche, Skoda, dan Lamborghini, telah mengalami kesulitan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Penjualan mobil listrik di wilayah domestiknya telah meningkat, namun tarif yang mahal dan penurunan market share di Cina dan Amerika Utara telah merugikan perusahaan ini.
Untuk mengatasi kesulitan ini, dewan supervisory perusahaan telah ditawarkan rencana untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Meskipun rencana tersebut tidak termasuk pengurangan pekerjaan, namun menurut Reuters, rencana tersebut gagal dalam suara 12-7. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan otomotif, serikat buruh di Volkswagen memiliki kekuatan yang sangat besar. Setengah dari 20 kursi di dewan supervisory dipilih oleh majelis pekerja, yang berarti bahwa kepentingan pekerja juga sangat diprioritaskan dalam keputusan-keputusan perusahaan.
Menurut laporan yang dirilis dalam beberapa bulan terakhir, Volkswagen dan serikat buruh telah berdebat panjang tentang rencana pengurangan pekerjaan. Meskipun setelah bulan-bulan panjang perundingan, akhirnya tercapai kesepakatan untuk mengurangi 35.000 pekerja hingga tahun 2030. Namun, perusahaan ini masih menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan kinerjanya dan meningkatkan market share di wilayah yang rentan.
Apakah kesulitan yang dihadapi ini akan menjadi awal dari perubahan besar bagi Volkswagen? Atau apakah perusahaan ini mampu mengatasi tantangan tersebut dan kembali menjadi perusahaan yang kuat? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban.