Angelo Martino, seorang negosiator ransomware yang berpengalaman, terancam kehilangan kebebasannya selama 70 bulan. Tidak seperti sebagian besar orang yang mengklaim diri sebagai "penyelamat" korban ransomware, Martino justru bekerja sama dengan kelompok BlackCat untuk menghasut korban dan memperkaya diri sendiri.
Martino, seorang warga Florida berusia 41 tahun, bekerja sebagai negosiator ransomware untuk perusahaan DigitalMint. Meskipun tugas utamanya adalah untuk membantu korban ransomware mendapatkan kembali data mereka, Martino justru memberikan informasi rahasia kepada penyerang untuk memaksimalkan jumlah uang tebusan. Enam korban yang dipercayakan kepadanya kehilangan total sekitar $75 juta, termasuk kemungkinan miliaran dolar dari uang tebusan yang dibayarkan dengan menggunakan informasi rahasia yang disediakan Martino.
Martino mengakui kesalahannya dan meminta hukuman 24 bulan penjara. Namun, penjelasan ini ditolak oleh pengadilan, yang menganggap Martino sebagai pelaku yang mengkhianati kepercayaan korban.
Ini bukanlah skenario yang baru di dunia cybercrime. Beberapa bulan lalu, seorang negosiator ransomware lainnya di Amerika Serikat, Kevin Martin, juga dituduh bekerja sama dengan penyerang untuk menipu korban. Kasus-kasus seperti ini menunjukkan bahwa tidak ada lagi yang dapat dipercaya dalam industri ransomware, dan bahwa korban harus sangat berhati-hati dalam memilih siapa yang akan mereka percayakan untuk membantu mereka.