Pada perayaan 4 Juli tahun ini, banyak kota dan desa di Amerika Serikat memanfaatkan teknologi drone untuk mengawasi api-api terlarang yang ditembakkan warga. Hasilnya, beberapa orang harus membayar denda sebesar $100.000. Penggunaan drone oleh aparat keamanan bukanlah hal baru di Amerika, mengingat banyak departemen kepolisian dan pemadam kebakaran telah menggunakannya untuk menjaga keamanan dan mengurangi risiko kecelakaan.
Menurut laporan CBS News Sacramento, Departemen Pemadam Kebakaran di Sacramento, California Utara, menggunakan drone untuk pertama kalinya pada perayaan 4 Juli ini. Drone tersebut dapat merekam video dengan resolusi tinggi untuk membantu penyidik mengidentifikasi lokasi rumah atau tempat terdekat menggunakan Google Maps.
Saat ini, banyak departemen keamanan di Amerika sudah menggunakan drone untuk mengawasi api-api terlarang. Mereka bahkan membagikan video rekaman drone mereka di media sosial dan memberitahu warga bahwa mereka akan terus mengawasi dan menindak tindakan yang melanggar peraturan.
Kekerasan akibat api-api terlarang di Amerika Serikat terus meningkat setiap tahun. Banyak kejadian yang menyebabkan kebakaran, luka-luka, dan bahkan kematian. Selain itu, api-api terlarang juga menciptakan polusi udara dan suara di lingkungan perumahan warga.
Mengingat pentingnya mengurangi risiko kecelakaan dan mengawasi api-api terlarang, peran drone sebagai alat bantu keamanan semakin penting.