Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat mengatakan bahwa Kuba tidak akan mampu bertahan tanpa pasokan minyak dari Venezuela. Klaim ini dia sampaikan dalam sebuah pertemuan internasional, meskipun belum jelas apa motivasi belakang klaim tersebut.
Menurut Trump, Kuba sangat bergantung pada Venezuela untuk mendapatkan pasokan minyak. Hal ini membuat Kuba menjadi sangat rentan jika pasokan minyak dari Venezuela terganggu.
Statement Trump ini seolah-olah menuding bahwa AS memiliki kekuatan untuk mengganggu pasokan minyak Venezuela, sehingga Kuba akan kehilangan sumber energinya. Namun, belum jelas apakah Amerika Serikat akan melakukan aksi konkrit atas klaim ini.
Para analis menyatakan bahwa klaim Trump ini adalah strategi politik untuk meningkatkan tekanan pada Venezuela. Dengan demikian, AS dapat memperketat sanksi terhadap negara komunis di Amerika Latin tersebut.
Statement Trump ini juga mencuatkan pertanyaan tentang kekuatan ekonomi Kuba dan ketergantungannya pada Venezuela. Apakah Kuba dapat bertahan tanpa pasokan minyak dari Venezuela? Jawabannya belum jelas, tetapi satu hal pasti, AS akan terus menekan kekuatan Venezuela.