Internasional

Tiongkok Janjikan Menjadi Tetangga yang Dapat Dikepercayai Mongolia

Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mengunjungi Mongolia pada akhir pekan lalu dan mendorong untuk meningkatkan kerjasama transportasi dan perdagangan lintas perbatasan. Tiongkok berusaha untuk mengamankan pemerintahan baru Mongolia dalam lingkaran ekonominya. "Kebijakan Tiongkok terhadap Mongolia menjaga kestabilan dan kelanjutan, dan telah selalu menempatkan pengembangan hubungan bilateral dalam posisi yang penting dalam diplomasi tetangga," kata Wang selama pertemuan dengan Presiden Ukhnaagiin Khurelsukh pada Sabtu. "Tiongkok akan terus menunjang pembangunan Mongolia," tambahnya. Wang juga menjanjikan bantuan Tiongkok kepada Mongolia dalam beberapa proyek infrastruktur, termasuk pembangunan jalan dan pembangunan listrik. Pemerintah Mongolia baru yang dipimpin oleh Presiden Khurelsukh telah berupaya meningkatkan hubungan dengan Tiongkok, yang merupakan sumber utama pendapatan Mongolia. Mereka telah menandatangani beberapa perjanjian dagang yang strategis, termasuk perjanjian tentang pembangunan jalan kereta api Ulaanbaatar-Hohhot. Hubungan antara Tiongkok dan Mongolia telah menjadi penting dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam konteks strategi Tiongkok "Dua Guna Satu Jalur" (Belt and Road Initiative).

Wang mengunjungi Mongolia pada hari Sabtu dan Minggu lalu, dalam kunjungan yang diharapkan dapat meningkatkan kerjasama ekonomi antara kedua negara. Beliau telah melakukan pertemuan dengan Presiden Khurelsukh dan beberapa menteri Mongolia lainnya. "Kita berharap untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dengan Mongolia dan meningkatkan peluang investasi bagi perusahaan Tiongkok," kata Wang dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan. Beliau juga menjanjikan bantuan Tiongkok kepada Mongolia dalam beberapa proyek infrastruktur, termasuk pembangunan jalan dan pembangunan listrik. Pemerintah Mongolia baru telah berupaya meningkatkan hubungan dengan Tiongkok, yang merupakan sumber utama pendapatan Mongolia.

Hubungan antara Tiongkok dan Mongolia telah menjadi penting dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam konteks strategi Tiongkok "Dua Guna Satu Jalur" (Belt and Road Initiative). Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dan infrastruktur antara Tiongkok dengan negara-negara lain di Asia dan Dunia. Mongolia telah menjadi salah satu negara utama dalam strategi ini, dengan Tiongkok telah menanamkan investasi besar-besaran dalam sektor pertambangan dan infrastruktur.