Presiden AS Donald Trump kembali menunjukkan kebodohan tentang energi terbarukan, kali ini menuding China dan Uni Eropa karena telah mencapai kemajuan dalam energi terbarukan. Rhetorik ini dimulai dari pertemuan di Gedung Putih dengan eksekutif minyak pada 9 Januari lalu dan diperkuat pada Forum Ekonomi Dunia beberapa minggu kemudian.
Menurut Trump, cerita tentang kemajuan China dalam energi terbarukan digerakkan oleh politik domestik daripada fakta. Hal ini terus mempengaruhi debat tentang kelebihan kapasitas energi bersih China. Meskipun retorika ini mungkin berhasil menarik dukungan di Midwest Amerika, namun tidak dapat menahan skrutinya.
Trump justru menunjukkan ketinggalan zaman dalam hal ini, karena China memang telah mencapai kemajuan signifikan dalam energi terbarukan. Negara-negara lain seperti Uni Eropa juga telah melakukan langkah serupa. Dengan demikian, Trump hanya menunjukkan ketidaktahuannya tentang perkembangan energi terbarukan.
Tak dapat dipungkiri, retorika Trump tentang energi terbarukan telah menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat. Mereka yang tidak terbiasa dengan topik ini mungkin akan tergiur dengan klaim Trump, tetapi faktanya adalah bahwa China dan Uni Eropa telah berinvestasi besar-besaran dalam energi terbarukan.
Sebaliknya, AS masih tergolong rendah dalam hal pengembangan energi terbarukan. Oleh karena itu, Trump seharusnya memulai lagi untuk memahami perkembangan energi terbarukan dan tidak menutup mata terhadap kebenaran.