Peringatan akan bencana alam besar yang akan terjadi di bumi semakin serius, terutama ketika Badai Super Typhoon Bavi mendekat ke Taiwan dan daratan timur China. Peristiwa ini menunjukkan bahwa dunia harus bersiap-siap menghadapi bencana alam yang menakutkan sebelumnya.
Menurut Benjamin Horton, ahli klimatologi terkemuka yang baru-baru ini menerima penghargaan Asia Oceania Geosciences Society Axford Medal - penghargaan terpenting di Asia untuk ilmu klimatologi dan ilmu bumi, dunia telah memasuki era kestabilan yang menimbulkan kekhawatiran. Pola cuaca sejarah tidak lagi dapat diandalkan sebagai panduan untuk masa depan.
Horton yang juga merupakan Profesor Klimatologi di Universitas Nanyang Singapura menekankan bahwa sistem perubahan iklim semakin dekat pada titik kebal. 'Kami telah mencapai titik di mana perubahan iklim telah menjadi fenomena yang stabil. Perubahan iklim semakin berubah dan tidak dapat diprediksi,' katanya.
Pernyataan Horton ini mengingatkan kita tentang risiko perubahan iklim yang makin meningkat, yang dapat menyebabkan bencana alam besar dan menimbulkan krisis kemanusiaan. Kami harus segera mengambil tindakan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan mempersiapkan diri menghadapi bencana alam yang akan terjadi.