Teknologi AI telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi penggunaannya dalam bisnis masih sangat kompleks. Banyak orang masih beranggapan bahwa masa depan AI akan berada di tangan satu antarmuka yang dapat digunakan oleh semua orang dalam organisasi untuk berinteraksi dengan sistem bisnis.
Tapi, sejarah teknologi bisnis menunjukkan bahwa tidak ada satu arah yang pasti dalam penggunaan teknologi baru. Organisasi tidak selalu mengadopsi teknologi baru secara seragam karena beberapa bagian bisnis beroperasi dengan konstruksi yang berbeda.
Tim keuangan yang bertanggung jawab atas akurasi laporan, kontrol, dan persetujuan akan menghadapi teknologi dengan cara yang berbeda dengan tim analisis yang menjelajahi data operasional. Bahkan, organisasi yang memiliki fokus pada waktu tanggap dan penyelesaian kasus juga akan memiliki kebutuhan yang berbeda.
Penggunaan awal teknologi cloud juga mengikuti pola yang sama. Beberapa organisasi bergerak cepat, sementara yang lain membutuhkan waktu lama untuk mengadopsinya. Bahkan, beberapa departemen dapat modernisasi dengan lebih cepat daripada departemen lain.
Jadi, bagaimana AI akan digunakan dalam bisnis? Apakah semua orang akan menggunakan satu antarmuka untuk berinteraksi dengan AI? Jawabannya adalah tidak.
AI telah mempercepat banyak aspek pengembangan teknologi, tetapi tidak mengubah dinamika dasar ini. Organisasi masih mengevaluasi kemampuan baru melalui lensa proses yang ada, tanggung jawab, dan kebutuhan operasional.
Bagi beberapa karyawan, kemampuan AI yang paling berguna mungkin tidak akan terlihat. Seorang manajer keuangan yang menutup buku mungkin lebih tertarik untuk mengurangi waktu siklus laporan daripada menggunakan antarmuka baru. Sementara itu, seorang pemimpin operasional yang menghadapi masalah inventori mungkin lebih fokus pada menemukan masalah sebelumnya dan menyelesaikannya lebih cepat.
Di sisi lain, beberapa pengguna lain ingin berinteraksi secara langsung dengan sistem AI. Tim analis, perencana, dan tim operasional sering kali memanfaatkan kemampuan untuk berinteraksi secara langsung dengan sistem AI.
Jadi, bagaimana organisasi Anda akan menggunakan AI? Apakah Anda akan menggunakan satu antarmuka atau berbagai solusi yang terintegrasi? Jawabannya sangat bergantung pada kebutuhan operasional dan prioritas organisasi Anda.