Teknologi

Mengapa Perusahaan Besar Gagal Menerapkan Teknologi AI

Perusahaan besar sering kali tertipu dengan kemampuan prototipe AI yang cepat dan mudah, tetapi di baliknya adalah tantangan yang lebih besar dalam mengintegrasikan AI-generated logic dengan lingkungan operasional yang ada dengan baik.

Menurut Michael Ameling, CPO SAP Business Technology Platform, hanya 12-16% perusahaan yang berhasil menerapkan AI-driven execution, meskipun 81% perusahaan telah memiliki strategi rinci.

Alasannya bukan karena kualitas kode yang dihasilkan AI, melainkan karena perusahaan belum siap dalam hal data, integrasi, dan pengelolaan siklus hidup kode yang dihasilkan AI.

Perusahaan besar perlu memastikan bahwa kode yang dihasilkan AI dapat diintegrasikan dengan lingkungan operasional yang ada, dengan tidak kompromi pada keamanan dan pengawasan.

Perusahaan perlu memahami bahwa AI amplifikasi kematangan data dan proses yang ada di organisasi, tetapi tidak dapat menggantikan kematangan itu.

Perusahaan perlu memprioritaskan pengelolaan siklus hidup kode yang dihasilkan AI, termasuk pemeliharaan, perbaikan, dan pemahaman oleh tim pengembangan.

Perusahaan perlu memahami bahwa AI tidak dapat menggantikan kemampuan pengelolaan sistem yang kompleks dan membutuhkan waktu lama.

Perusahaan perlu memahami bahwa AI tidak dapat menggantikan kemampuan pengelolaan risiko dan komplikasi yang muncul dalam implementasi AI.

Dengan demikian, perusahaan besar perlu memiliki strategi yang lebih baik dalam menerapkan teknologi AI dan memastikan bahwa kode yang dihasilkan AI dapat diintegrasikan dengan lingkungan operasional yang ada dengan baik.