July 4 tahun ini bukan hanya hari libur yang menyenangkan, tetapi juga tanda penting bagi industri nuklir di Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat telah menetapkan tujuan untuk melihat tiga reaktor mikro mencapai kritikalitas, suatu batas penting yang menunjukkan kemampuan suatu reaktor untuk mempertahankan reaksi rantai, sebelum hari kemerdekaan ke-250 negara tersebut. Dan tepat waktu, empat reaktor telah mencapai batas penting ini.
Hasil ini menandai kemajuan yang pesat bagi teknologi nuklir, khususnya di saat dunia menghadapi kebutuhan meningkat akan sumber listrik dan perluasan teknologi tanpa emisi.
Antares Nuclear menjadi reaktor pertama yang mencapai kritikalitas, mencapai batas ini pada bulan Juni dengan reaktor Mark-0 test reactor. Reaktor lainnya dari Valar Atomics, Deployable Energy, dan Aalo Atomics juga berhasil mencapai batas ini.
Kecepatan yang diperlihatkan oleh empat reaktor ini sangat impresif, terutama di industri yang dikenal dengan proyek-proyek besar yang sering mengalami keterlambatan dan anggaran yang melebihi proyek awal. Namun, mencapai kritikalitas dan menjalankan reaktor yang dapat menghasilkan listrik adalah dua hal yang sangat berbeda.
Reaktor-reaktor ini telah mencapai kritikalitas nol daya, suatu ujian yang menunjukkan kemampuan untuk memulai reaksi rantai tanpa menghasilkan daya yang signifikan. "Ujian kritikalitas nol daya dapat dicapai tanpa membuat kemajuan signifikan dalam teknologi bahan bakar atau desain," kata Kathryn Huff, mantan asisten sekretaris untuk energi nuklir dan ketua Departemen Teknik Nuklir dan Fisika Teknik Universitas Wisconsin-Madison.
Peneliti dan insinyur nuklir masih menunggu untuk melihat kemajuan reaktor-reaktor ini dalam menghasilkan listrik untuk jaringan listrik. Namun, hasil ini menunjukkan bahwa teknologi nuklir masih memiliki ruang untuk berkembang dan memenuhi kebutuhan energi di masa depan.