Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan terus bergerak dalam kisaran level 5.800-6.000 pada pekan depan, Senin (13/7/2026). Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi dan geopolitik yang masih sangat kompleks.
Menurut Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup di atas level MA5 dan MA10, namun masih di bawah MA20. Stochastic RSI mengalami Death Cross namun histogram MACD masih di area positif. Dengan demikian, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya di kisaran level 6.083-6.203.
MNC Sekuritas juga memberikan rekomendasi saham ARCI, BMRI, MINA, dan TAPG untuk trading pekan depan. Namun, perlu diingat bahwa rekomendasi saham adalah risiko yang harus diambil oleh investor.
Di sisi lain, harga minyak mentah juga berlanjut melemah tipis seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Permintaan minyak global diperkirakan turun untuk pertama kalinya sejak tahun 2020 pada tahun ini, karena perang Iran telah merusak fasilitas produksi dan menimbulkan gangguan ekspor di Timur Tengah.
Penjualan mobil di Indonesia tumbuh 12% YoY mencapai 77.550 unit di Juni 2026, setelah tumbuh 14% YoY di Mei 2026. Faktor positif dari penjualan mobil diperkirakan akan berlanjut seiring adanya acara-acara terkait penjualan otomotif yang akan datang.