Pemilik gedung tua di Hong Kong mungkin mengalami kesulitan dalam menyewakan gedung mereka karena kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) yang makin populer di kota itu. Menurut konsultan properti Knight Frank, kehadiran AI di kalangan perusahaan di Hong Kong akan semakin meningkatkan perpindahan perusahaan ke gedung-gedung yang lebih baru dan lebih mendukung kebutuhan mereka.
Menurut analisis Lee Elliott dari Knight Frank, AI akan membawa perubahan besar dalam ruang kantor komersial di Hong Kong. Oleh karena itu, pemilik gedung tua mungkin harus bertindak cepat untuk membenahi aset mereka atau menggunakannya untuk keperluan baru. Dengan demikian, mereka dapat mengurangi kerugian penyewa dan tetap kompetitif di pasar.
Selain itu, kehadiran AI juga akan membawa perubahan dalam perilaku perusahaan dan pemilihan gedung. Perusahaan mungkin memilih untuk menyewakan gedung yang lebih canggih dan mendukung kebutuhan mereka, seperti gedung yang memiliki fasilitas kantor virtual dan lain-lain.
Menurut Lee Elliott, pemilik gedung tua harus siap untuk menghadapi perubahan tersebut dan melakukan strategi yang tepat untuk tetap kompetitif di pasar. Dengan demikian, mereka dapat meminimalkan kerugian penyewa dan tetap berhasil di industri properti.