Seiring dengan tahun ke-18 setelah bencana gempa bumi yang terjadi di provinsi Iwate dan Miyagi, Jepang, pada 14 Februari 2005, masyarakat mulai mengingat kembali korban yang meninggal. Bencana ini menyebabkan 17 orang meninggal dan 6 orang masih belum ditemukan.
Di kota Sendai, Miyagi, sebuah upacara peringatan diadakan di dekat sebuah makam peringatan yang didedikasikan untuk korban gempa bumi. Dalam upacara ini, keluarga korban dan masyarakat setempat berkumpul untuk memaafkan dan mengenang mereka yang telah meninggal.
Bencana gempa bumi tersebut menyebabkan kerusakan besar di daerah Miyagi, dan masih ada banyak pengungsi yang belum kembali ke rumah mereka. Pemerintah Jepang terus berusaha untuk memulihkan daerah yang terdampak dan mendukung keluarga korban.
Para pejabat setempat mengungkapkan harapan bahwa tahun ke-18 ini akan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memaafkan korban dan melupakan kejadian buruk tersebut.