Bisnis

Kenaikan Status Negara: Apa Artinya untuk Perekonomian?

Setiap tahunnya, Bank Dunia merilis klasifikasi pendapatan negara di seluruh dunia berdasarkan pendapatan rata-rata per orang atau Gross National Income (GNI) per kapita. Klasifikasi ini menentukan apakah sebuah negara masih dianggap 'miskin' atau sudah dianggap 'mampu'.

Tahun ini, ada enam negara yang naik kelas: Vietnam, Filipina, Sri Lanka, Mikronesia, Yordania, dan Togo. Namun, cara mereka naik kelas berbeda-beda. Ada yang karena memang makin produktif, ada juga yang karena 'hitung ulang' data statistik.

Vietnam dan Filipina berhasil naik kelas karena mesin ekonominya memang sedang panas. Vietnam menjadi pusat manufaktur global baru, sementara Filipina mengandalkan kekuatan konsumsi domestik dan sektor jasa.

Selain itu, Sri Lanka dan Mikronesia juga masuk kategori naik kelas karena adanya pertumbuhan riil di sektor ekonomi. Yordania melakukan 'rebasing' data ekonomi, sehingga ekonomi mereka 10% lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Sedangkan Togo naik status karena hasil sensus penduduk terbaru menunjukkan jumlah penduduk yang lebih sedikit dari perkiraan.

Kenaikan status ini seperti startup yang baru saja lulus dari program inkubator bisnis. Ketika masih di inkubator, perusahaan dimanja dengan fasilitas, mentor, dan pendanaan murah. Begitu 'lulus' ke pasar terbuka, aturan main berubah total.