BBC Indonesia - Kenaikan harga bensin nonsubsidi yang mencapai 30% telah membuat sejumlah kalangan khawatir. Mereka menduga bahwa perubahan ini akan mendorong gelombang peralihan ke bensin subsidi, yang bisa membuat anggaran bengkak.
Menurut analis, kenaikan harga bensin nonsubsidi akan mempengaruhi sektor transportasi, termasuk ojol (online job) yang biasanya menggunakan bensin dengan kualitas tinggi. Mereka khawatir bahwa kenaikan harga bensin akan membuat biaya operasional mereka meningkat, sehingga mengancam keberlangsungan bisnis mereka.
Di sisi lain, peralihan ke bensin subsidi juga bisa memiliki dampak negatif bagi anggaran negara. Bensin subsidi merupakan salah satu program pemerintah untuk mengontrol harga bensin dan memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses bensin dengan harga terjangkau. Namun, peralihan besar-besaran ke bensin subsidi bisa membuat anggaran negara meningkat, sehingga mengancam stabilitas keuangan negara.
Sementara itu, pemerintah masih terus memantau situasi dan mencari solusi untuk mengatasi kenaikan harga bensin nonsubsidi. Mereka berharap bahwa perubahan ini tidak akan tercermin pada harga bensin subsidi dan tidak akan mengancam keberlangsungan bisnis sektor transportasi.