Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (6/7/2026) setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) mendorong aksi ambil untung, meski pelemahan emas tertahan oleh meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.
Harga emas spot ditutup turun 0,25% menjadi US$ 4.165,13 per ons troi setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 22 Juni. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus justru ditutup melonjak 1,22% ke US$ 4.176,05 per ons troi.
Analis Pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan, penguatan indeks dolar AS menjadi faktor utama yang membebani pergerakan emas pada awal pekan. 'Indeks dolar AS bergerak lebih tinggi hari ini dan itu menjadi sentimen negatif bagi emas dalam jangka pendek,' ujar Wyckoff.
Dolar AS menguat sekitar 0,1%, sehingga harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar, yang pada akhirnya menekan permintaan.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil (yield).
Pasar tunggu risalah The Fed yang akan memberikan klarifikasi mengenai kebijakan moneter Amerika Serikat. Kondisi ini membuat investor masih belum yakin untuk memasuki pasar emas.