Bisnis

Harga CPO Bertahan di Atas 4.500 Ringgit, Apa yang Membuatnya?

Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) masih bertahan di atas 4.500 Ringgit Malaysia, meskipun ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga. Menurut data BMD, harga kontrak berjangka CPO untuk Juli 2026 turun 2 Ringgit Malaysia menjadi 4.483 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan harga kontrak berjangka CPO Agustus 2026 melemah 7 Ringgit Malaysia menjadi 4.416 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, harga kontrak berjangka CPO September 2026 terkoreksi 3 Ringgit Malaysia menjadi 4.547 Ringgit Malaysia per ton, dan harga kontrak berjangka CPO Oktober 2026 menguat 1 Ringgit Malaysia menjadi 4.573 Ringgit Malaysia per ton.

Ekspor minyak sawit Malaysia pada 1-5 Juli meningkat sekitar 10,6% hingga 11,1% dibandingkan periode yang sama pada Juni. Peningkatan ekspor tersebut menjadi sentimen positif bagi harga CPO.

Namun, ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi harga CPO. Penguatan harga masih dibayangi melemahnya permintaan dari India dan potensi kenaikan stok.

Harga CPO masih sangat penting bagi pasar global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor minyak sawit. Oleh karena itu, perlu diikuti perkembangan harga CPO untuk memahami lebih baik tentang sentimen pasar.