Jakarta - Agung Sedayu dan Salim Group, sebagai pemegang saham utama PT Multi Artha Pratama (MAP), tidak ragu untuk terdilusi demi menyuntikkan modal segar ke anak usaha mereka, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham PIK2 (PANI) per akhir Juni 2026, MAP masih menguasai 15.234.037.094 saham PANI, tetapi secara persentase menyusut menjadi 83,75%.
Pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD/PMTHMETD IV) alias private placement pada 23 Juni 2026, telah menyebabkan dilusi atas kepemilikan MAP.
Menurut informasi, PANI telah menerbitkan saham baru sebanyak 72.476.600 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham perseroan meningkat dari semula sebanyak 18.117.025.598 saham menjadi 18.189.502.198 saham setelah pelaksanaan PMTHMETD IV.
Seluruh saham baru tersebut diambil bagian oleh pemodal, yakni PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management Ltd, bukan pihak terafiliasi perseroan.
Provientia Wealth Management adalah perusahaan perwalian dan pengelola kekayaan independen berbasis di Singapura dan telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2015.
Pelaksanaan PMTHMETD IV PANI dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp 6.875 per lembar saham. Sehingga nilai keseluruhan transaksi Rp 498,27 miliar.
Manajemen PANI berharap pelaksanaan PMTHMETD IV dapat membantu meningkatkan modal perseroan dan mendukung kegiatan usaha anak usaha mereka.
PT Panorama Eka Tunggal (PET) dan PT Karunia Utama Selaras (KUS) merupakan dua anak usaha PANI yang terus berkembang dan memerlukan dana untuk mengembangkan bisnis.
Agung Sedayu dan Salim Group rela terdilusi demi menyuntikkan modal segar ke anak usaha mereka, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).