Bisnis

BATA Mode: Merek Legendaris yang Berjuang Bertahan Hidup

BATA Mode, merek sepatu yang dulu sangat populer di kalangan remaja, kini berjuang untuk bertahan hidup. Aroma khas sepatu hitam Bata masih teringat di benak banyak orang, tapi di balik nama besar legendaris ini, ada perusahaan yang sedang berjuang untuk bertahan.

Total ekuitas BATA Mode anjlok parah menjadi negatif Rp151,64 miliar, terseret oleh defisit saldo laba yang menganga sebesar Rp173,14 miliar. Namun, perusahaan induknya, Bafin (Nederland) B.V. asal Belanda, turun tangan menjadi pahlawan. Mereka disokong oleh entitas induk tertinggi, Compass Limited yang berbasis di Bermuda.

Menghadapi keadaan yang sulit, manajemen BATA Mode sangat agresif membayar utang bank pihak ketiga, melunasi Rp18,9 miliar dan hanya menarik pinjaman baru Rp6,9 miliar di kuartal ini. Mereka juga melakukan likuidasi inventaris agresif, melepas Rp26,46 miliar dari persediaan di kuartal ini.

Bertahan hidup butuh likuiditas instan, dan BATA Mode mendapatkannya dengan 'cuci gudang' habis-habisan. Namun, perusahaan ini masih memiliki utang usaha raksasa sebesar Rp188,26 miliar yang terutang langsung kepada pihak berelasi. Mereka harus terus berjuang untuk bertahan hidup dan mencari cara untuk meningkatkan likuiditasnya.

Apakah BATA Mode akan berhasil bertahan hidup? Hanya waktu yang akan menjawabnya. Namun, satu hal yang pasti, perusahaan ini telah menunjukkan kemampuan untuk bertahan di kondisi yang sulit.