Bank Maspion (BMAS) berhasil mendapatkan dana taktis yang sangat berharga, yaitu sebesar Rp1,36 triliun. Dana segar tersebut berasal dari induk perusahaan yaitu Kasikornbank Public Company Limited. Menariknya, transaksi pinjaman ini dilakukan dengan dua pinjaman bilateral yang memiliki tujuan dan manfaat yang berbeda.
Pinjaman pertama berjumlah USD5 juta dengan tenor 6 bulan, sedangkan pinjaman kedua berjumlah USD71 juta dengan tenor 12 bulan. Kedua pinjaman ini memiliki bunga fiks dan sesuai dengan kondisi pasar yang berlaku.
Menurut Kasemsri Charoensiddhi, Direktur Utama & PJS Direktur Bisnis Bank Maspion Indonesia, transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020 tentang transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan.
Pinjaman ini bertujuan untuk mendukung likuiditas tenor jangka pendek dan menunjang penyaluran kredit kepada nasabah. Oleh karena itu, transaksi penarikan akan dilakukan secara langsung dan sekaligus.
Kasikornbank Public Company Limited merupakan ultimate shareholder dari perseroan, yaitu Bank Maspion Indonesia. Mereka memiliki kepemilikan anak usahaan yaitu Kasikorn Vision Financial Company Pte Ltd dengan kepemilikan 86,03 persen.