Peristiwa cuaca yang dipicu perubahan iklim telah menimbulkan dampak yang parah pada populasi orangutan di Sumatra, kata sebuah studi terbaru.
Studi tersebut menemukan bahwa banjir yang terjadi di tahun-tahun terakhir telah membunuh sekitar 7% populasi orangutan Tapanuli, salah satu spesies orangutan yang paling langka di dunia.
Orangutan Tapanuli adalah spesies orangutan yang hampir punah, dengan hanya sekitar 800 individu yang masih hidup di alam liar. Mereka ditemukan hanya di provinsi Tapanuli, Sumatra, dan hidup di hutan hujan yang terbatas.
Peneliti mengatakan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan perubahan cuaca yang lebih sering dan ekstrem, yang pada gilirannya telah meningkatkan risiko banjir dan kebakaran hutan. Hal ini telah membuat populasi orangutan Tapanuli semakin rentan.
Studi ini menekankan pentingnya perlindungan lingkungan dan konservasi spesies yang langka, seperti orangutan Tapanuli. Mereka mengatakan bahwa kita perlu melakukan tindakan yang lebih serius untuk menghadapi perubahan iklim dan melindungi habitat orangutan.