Badai Maysak, yang pertama kali mendarat di Cina pada musim 2026, telah menyebabkan kerusakan parah di wilayah selatan dan tengah. Hujan deras yang melanda provinsi Guangxi menyebabkan sungai meluap dan dinding bendungan runtuh.
Setelah 12 jam, daerah Nanning dan sekitarnya mengalami banjir, sehingga banyak orang terjebak di atas atap gedung. Warga lokal yang sempat diselamatkan menggambarkan suasana saat itu sebagai 'mengerikan'.
Banjir di Cina juga meningkatkan risiko kehadiran ular liar dan peternakan ular. Selasa lalu, koran lokal melaporkan bahwa ratusan ular, termasuk ular cobra, melarikan diri dari peternakan yang terendam banjir.
Badai Maysak juga memicu terjadinya dua tornado yang menghancurkan daerah tengah Cina pada malam Senin. Hal ini terjadi ketika udara panas dari selatan, yang dibawa oleh badai, bertabrakan dengan udara dingin di utara.
Banyaknya korban dalam bentrokan ini masih belum diketahui pihak berwenang. Namun, satu hal pasti: badai Maysak telah meninggalkan jejak yang tidak terlupakan di Cina.