Internasional

Vietnam Tantang Bencana Penguatan Demografi

Setelah beberapa negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Thailand, mengambil langkah untuk meningkatkan tingkat kelahiran, Vietnam akhirnya juga bergabung dalam usaha itu. Pemerintah Vietnam telah mengumumkan beberapa langkah untuk meningkatkan insentif keluarga, termasuk bayi bonus dan subsidi untuk mengurangi biaya hidup bagi ibu hamil.

Namun, para ahli menilai bahwa tantangan yang lebih besar bukanlah meningkatkan tingkat kelahiran, melainkan menyesuaikan ekonomi dan sistem kesejahteraan dengan populasi yang semakin tua. Meskipun Vietnam saat ini masih memiliki tingkat kelahiran yang relatif tinggi, sekitar 2 anak per perempuan, angka ini telah menurun secara signifikan sejak tahun 2005.

Menurut data dari Badan Statistik Vietnam, jumlah kelahiran bayi baru per tahun telah menurun dari 4,7 juta pada tahun 2005 menjadi 2,8 juta pada tahun 2020. Sementara itu, jumlah penduduk Vietnam yang berusia 65 tahun ke atas telah meningkat dari 6,6% pada tahun 2010 menjadi 10,3% pada tahun 2020.

Para ahli mengatakan bahwa untuk mengatasi penguatan demografi, Vietnam perlu melakukan perubahan struktural yang lebih besar, seperti meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat.

"Tantangan utama kami bukanlah meningkatkan tingkat kelahiran, melainkan meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat," kata Dr. Nguyen Thi Tuyet Dung, seorang ahli demografi dari Universitas Nasional Vietnam. "Kami perlu meningkatkan pendapatan, meningkatkan kualitas hidup, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan untuk masyarakat.">

Untuk itu, pemerintah Vietnam perlu melakukan perubahan yang lebih besar dalam bidang ekonomi dan sosial. Dengan meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup bagi masyarakat, Vietnam dapat meningkatkan tingkat kelahiran dan mengatasi penguatan demografi.

Penurunan tingkat kelahiran juga dapat membawa dampak negatif bagi ekonomi Vietnam, termasuk penurunan produktivitas dan penurunan kontribusi dari generasi muda terhadap ekonomi.