Internasional

Mengapa Utang Luar Negeri Lebih Mahal dari Pendidikan bagi Negara Berkembang?

Sebuah laporan Unesco mengejutkan dunia dengan menunjukkan bahwa lebih dari 113 negara berkembang menghabiskan uang lebih banyak untuk membayar utang luar negeri daripada biaya pendidikan. Sementara itu, bantuan global untuk pendidikan diprediksi akan menurun hingga 30%.

Menurut data yang dikumpulkan oleh badan Unesco, lebih dari 113 negara berkembang menghabiskan uang lebih banyak untuk membayar utang luar negeri daripada untuk pendidikan. Di Afrika Sub-Sahara, negara-negara tersebut menghabiskan 3,6 kali lebih banyak uang untuk membayar utang daripada untuk pendidikan.

Bayangkan jika negara Anda harus memilih antara membayar utang luar negeri dan membiayai pendidikan anak-anak Anda. Itulah yang dialami lebih dari 113 negara berkembang di tahun 2025.

Sementara itu, bantuan global untuk pendidikan diprediksi akan menurun hingga 30%. Ini berarti bahwa negara-negara berkembang akan semakin kesulitan untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Mengapa hal ini terjadi? Apakah ada solusi untuk mengatasi masalah ini? Itulah pertanyaan yang perlu dijawab agar negara-negara berkembang dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi beban utang luar negeri.