Turki telah menunjukkan sisi kejamnya sebelum dan selama konferensi NATO dua hari, yang dihadiri oleh para pemimpin militer NATO. Sepekan sebelum konferensi, pemerintah Turki telah memblokir beberapa situs web dan menangkap puluhan orang atas tuduhan terkait terorisme. Keesokan harinya, seorang komedian terkenal dipenjarakan atas tuduhan yang belum jelas.
Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran tentang kebebasan berbicara di Turki. Para aktivis dan pengkritik pemerintah telah menjadi target pihak berwenang, yang menuduh mereka terkait terorisme atau melakukan kegiatan yang tidak bertanggung jawab.
Para kritikus menuding pemerintah Turki menggunakan konferensi NATO sebagai alasan untuk menekan oposisi dan menggeledah kritikus. Mereka juga menunjukkan kekhawatiran bahwa tindakan ini akan mengancam kebebasan berbicara di negara tersebut.
Berbagai organisasi hak asasi manusia telah mengecam tindakan pemerintah Turki dan meminta penjelasan lebih lanjut tentang tuduhan terhadap para kritikus. Mereka juga menyerukan kebebasan untuk para tahanan.