Pemimpin Gereja Zion, Ezra Jin, telah dibebaskan dari penjara dan kembali ke keluarganya di Amerika Serikat setelah ditahan dalam tindakan keras pemerintah Cina terhadap anggota gereja bawah tanah pada bulan Oktober lalu. Ezra Jin yang merupakan salah satu dari puluhan anggota gereja yang ditahan, akhirnya tiba di AS pada malam hari Jumat.
Pemerintah Cina melancarkan operasi penindasan terhadap gereja-gereja bawah tanah sejak tahun 2018, dan Ezra Jin termasuk di antara beberapa orang yang ditangkap dalam operasi tersebut.
Menurut laporan, Ezra Jin telah menjalani proses perombakan pendapat setelah ditangkap, namun dia tetap teguh pada imannya sebagai Kristen. Ezra Jin kini telah dipulangkan ke keluarganya di AS, dan keluarganya menyambut dengan gembira.
‘Kami sangat gembira karena Ezra kembali ke rumah dan kami dapat bersama-sama dengan dia lagi,’ ujar anggota keluarga Ezra Jin. ‘Kami tidak pernah menyerah dalam berharap Ezra akan dibebaskan dan kini dia telah kembali ke kami.’
Pelepasan Ezra Jin dari penjara diharapkan dapat menjadi tanda awal yang baik bagi para pemimpin gereja bawah tanah di Cina yang masih ditahan.