Presiden Amerika, Donald Trump, telah mengakui bahwa ia telah menghubungi Presiden FIFA untuk meminta ulang pengadilan pemain Amerika yang diberhentikan dalam pertandingan Piala Dunia di Amerika Selatan. Kejadian ini berlangsung setelah seorang pemain Amerika diberhentikan karena meraih kartu merah dalam pertandingan sebelumnya.
Menurut Trump, ia tidak berintruksi langsung kepada FIFA untuk mengubah keputusan tersebut, namun ia hanya meminta ulang pengadilan untuk memastikan keadilan dalam proses tersebut. Trump juga memaparkan bahwa ia tidak ingin campur tangan dalam proses keputusan FIFA.
Selain itu, keputusan FIFA untuk memberhentikan pemain Amerika telah menjadi sorotan besar di Amerika Selatan, dengan banyak netizen yang mengecam keputusan tersebut sebagai tidak adil. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa keputusan FIFA tidak hanya menyangkut pemain, namun juga menyangkut perasaan dan emosi masyarakat di Amerika Selatan.
Sebagai akibat dari kejadian ini, FIFA telah menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Namun, belum diketahui apakah keputusan tersebut akan berubah atau tidak.
Kejadian ini menunjukkan bahwa kekuasaan Trump masih sangat luas dan bahwa ia tidak takut untuk menggunakan kekuasaannya untuk mempengaruhi keputusan-keputusan yang dianggap tidak adil.