Banyak orang mungkin masih mengingat kasus-kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh orang-orang kaya. Mereka melakukan hal-hal yang tidak pantas, seperti korupsi, penipuan, dan lain-lain, tanpa takut akan konsekuensi hukum. Padahal, sebagai contoh bagi masyarakat, mereka seharusnya menjadi orang-orang yang bertanggung jawab dan beretika.
Tapi, apa yang menyebabkan mereka berani melakukan hal-hal yang tidak pantas, sementara mereka yang miskin malu dan takut untuk bertanggung jawab? Jawabannya terletak pada status ekonomi mereka. Orang-orang kaya memiliki kekuasaan dan pengaruh yang besar, sehingga mereka merasa tidak perlu takut akan konsekuensi hukum. Mereka juga memiliki akses ke sumber daya yang lebih baik, sehingga mereka dapat melindungi diri mereka dari konsekuensi hukum.
Di sisi lain, orang-orang miskin tidak memiliki kekuasaan dan pengaruh yang sama. Mereka tidak memiliki akses ke sumber daya yang sama, sehingga mereka lebih sulit untuk melindungi diri mereka dari konsekuensi hukum. Mereka juga cenderung merasa takut akan konsekuensi hukum, karena mereka tidak memiliki kekuatan untuk menghadapinya.
Jadi, apakah kita dapat mengatakan bahwa status ekonomi adalah tameng dari tanggung jawab? Apakah orang-orang kaya berani melakukan hal-hal yang tidak pantas karena mereka memiliki kekuasaan dan pengaruh yang besar, sementara orang-orang miskin malu dan takut untuk bertanggung jawab karena mereka tidak memiliki kekuatan untuk menghadapinya?
Itulah pertanyaan yang perlu kita jawab. Kita harus menyadari bahwa status ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas. Kita harus bertanggung jawab atas tindakan kita, tidak peduli status ekonomi kita.