Bulan ini, Superbank (SUPA) mencapai kisah sukses besar dengan penawaran umum perdana (IPO) yang sangat meriah. Setelah proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya SUPA berhasil menarik dana IPO sebesar Rp2,01 triliun. Namun, ada satu hal yang membuat investor merasa bingung, yaitu dana yang masih terendap sebesar Rp719,22 miliar.
Menurut data resmi, alokasi dana IPO SUPA sekitar 26,32 persen dari total koleksi dana bersih IPO sebesar Rp2,73 miliar. Artinya, sisanya adalah 73,68 persen yang berhasil menarik dana Rp2,01 triliun.
Selain itu, sisa dana IPO tersebut ditempatkan pada fasilitas simpanan Bank Indonesia - deposit facility dengan jangka waktu penyimpanan overnight 3,75 persen. Sementara itu, senilai Rp2,01 triliun setara 73,68 persen dana IPO terserap untuk sejumlah kebutuhan.
Yaitu, sekitar 70 persen atau Rp1,91 triliun tersalurkan untuk modal kerja. Lalu, senilai Rp100 miliar atau 3,7 persen untuk belanja modal. Awalnya, belanja modal diplot sejumlah Rp819,22 miliar atau setara 30 persen dari koleksi dana IPO.
Bahkan, hasil dana IPO itu dikurangi biaya jasa penjaminan Rp2,23 miliar, management fee Rp27,98 miliar, selling fee Rp2,23 miliar, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp10,07 miliar, biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp110 juta, dan biaya lain-lain Rp24,78 miliar.