Bisnis

Harga Minyak Mentah Tetap Stabil Meski Amerika Serikat dan Iran Lanjutkan Pembicaraan

Harga minyak mentah WTI dan Brent terpantau stabil pada hari Jumat, meski Amerika Serikat dan Iran melanjutkan pembicaraan damai yang sempat terganggu oleh ketegangan di Selat Hormuz.

Stabilisasi ini terjadi setelah harga minyak sempat anjlok sekitar 2 persen pada sesi perdagangan sebelumnya. Menurut laporan dari Trading Economics, pergerakan ini dipicu oleh kembalinya AS dan Iran ke meja perundingan.

Jalur air strategis Selat Hormuz terus menjadi titik sengketa utama dalam negosiasi yang sedang berlangsung antara kedua negara. Meski stabil di akhir pekan, patokan AS WTI tetap berada di jalur kenaikan lebih dari 4 persen untuk minggu ini.

Langkah-langkah yang diambil oleh AS dan Iran telah memicu ketegangan di Selat Hormuz, yang mengganggu jalur logistik global. Fluktuasi harga minyak yang terlalu tinggi dapat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia melalui subsidi energi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar Rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Stabilisasi harga minyak dunia ini memberikan sentimen yang bervariasi bagi investor di pasar modal Indonesia. Pergerakan harga minyak mentah global secara langsung memengaruhi saham-saham emiten sektor energi di Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, produksi, dan jasa migas.