Berada di tengah-tengah kota Moscow, terdapat sebuah ruang yang gelap dan sunyi. Sebuah ruang ini tidak hanya merupakan tempat untuk menampilkan karya seni, tapi juga menjadi simbol kebebasan berekspresi dan perdebatan ide. Namun, perang di Ukraina telah menciptakan sebuah keadaan aneh di mana orang tidak lagi berbicara tentang topik yang paling penting.
Di ruang seni kecil, teater independen, dan klub politik pribadi, perang menjadi subjek yang tidak terucapkan. Orang-orang datang untuk melihat karya seni, menonton pertunjukan, atau berdiskusi tentang politik, tapi tidak ada yang berbicara langsung tentang perang. Seperti jika perang bukanlah kejadian yang nyata.
Keadaan ini membuat saya teringat dengan sebuah lagu klasik Rusia yang berjudul 'Skomorokh'. Lagu ini menceritakan tentang seorang penyanyi yang tidak berani menyanyikan lagu yang tepat, karena khawatir akan menyinggung perasaan orang lain. Di Moscow saat ini, perang di Ukraina telah menjadi subjek yang sensitif, sehingga orang-orang tidak berani membicarakannya.
Tapi, perlu diingat bahwa seni dan budaya tidak pernah mati. Mereka masih hidup di Rusia, meskipun dalam bentuk yang lebih subtle. Orang-orang masih berkarya, menyanyi, dan berbicara tentang hal-hal yang penting. Mereka hanya tidak berbicara tentang perang, karena perang telah menjadi keadaan yang tidak dapat dihindari.