Mashuri mengungkapkan, muncul kesalahpahaman ihwal undangan pertemuan yang dijadwalkan pada Kamis siang.
Seperti dilansir Tempo, muncul kesalahpahaman tersebut setelah tim eksekutif dari yayasan yang akan membangun gereja di daerah Sumberwatu, Solo, mengundang masyarakat untuk hadir dalam pertemuan.
Masyarakat kemudian menduga bahwa pertemuan tersebut akan membahas perluasan lahan milik gereja, padahal sebenarnya tidak.
Masyarakat yang mengetahui kebenaran tersebut kemudian membatalkan rencana untuk hadir dalam pertemuan tersebut.
Mashuri mengatakan bahwa warga yang mengetahui kebenaran tersebut kemudian membatalkan rencana untuk hadir dalam pertemuan tersebut untuk menghindari kesalahpahaman.