Bisnis

Produsen Inaco (JELI) Gelar IPO, Target Rp 392 Miliar di 2026

JAKARTA – PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen terkemuka produk jelly dan nata de coco dengan merek dagang Inaco, secara resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana (IPO) sahamnya. Pengumuman ini menjadi angin segar bagi pasar modal Indonesia, sebab JELI tercatat sebagai emiten kedua yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2026, sekaligus memecah kesunyian pasar IPO yang relatif sepi di hampir seluruh semester pertama tahun ini.

Dalam prospektus yang telah dipublikasikan dan dikutip pada Minggu (14/6/2026), PT Niramas Utama berencana melepas sebanyak-banyaknya 350.000.000 saham kepada publik. Jumlah saham yang ditawarkan ini merepresentasikan 25,93% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan setelah IPO. Dengan menetapkan kisaran harga penawaran awal antara Rp 900 hingga Rp 1.120 per saham, JELI berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp 392 miliar. Potensi perolehan dana yang signifikan ini tentunya menarik perhatian investor di tengah minimnya opsi investasi IPO baru.

Proses IPO JELI akan diawali dengan masa penawaran awal atau book building yang telah dijadwalkan berlangsung dari tanggal 15 hingga 22 Juni 2026. Setelah itu, perusahaan berharap dapat memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026. Tahap selanjutnya adalah masa penawaran umum yang akan dilaksanakan pada 1-3 Juli 2026. Penjatahan saham direncanakan pada 3 Juli 2026, diikuti dengan distribusi saham secara elektronik pada 6 Juli 2026. Puncak dari seluruh rangkaian proses ini adalah pencatatan perdana saham JELI di Bursa Efek Indonesia yang ditetapkan pada 7 Juli 2026. Dalam aksi korporasi ini, PT Sucor Sekuritas dipercaya bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Minimnya jumlah IPO baru di tahun 2026 menjadi sorotan pasar. Sebelum JELI, hanya ada satu perusahaan yang berhasil melakukan IPO dan tercatat di BEI tahun ini, yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) pada 10 April 2026. Dengan demikian, kehadiran PT Niramas Utama Tbk (JELI) dengan penawaran sahamnya menjadi momen penting yang diharapkan dapat menghidupkan kembali gairah pasar modal, serta memberikan sinyal positif bagi prospek perekonomian nasional dan minat perusahaan lain untuk segera mengikuti jejaknya di sisa tahun 2026.