Organisasi pesantren terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), mengakui bahwa dirinya membutuhkan transformasi kualitas kepemimpinan yang mampu menjembatani nilai-nilai luhur pesantren dengan tuntutan tata kelola organisasi modern.
Transformasi ini dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan dinamis, di mana organisasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan di sekitar.
Menurut sumber internal NU, transformasi kepemimpinan ini tidak hanya berfokus pada perubahan struktur organisasi, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan kemampuan kepemimpinan.
Dalam pandangan NU, transformasi ini akan membantu organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam menjalankan misi dan visi organisasi, serta meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan dan mengambil keputusan yang tepat.
Hal ini juga terkait dengan upaya NU dalam meningkatkan kemandirian ekonomi organisasi, agar tidak tergantung pada bantuan luar.
NU telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, seperti meningkatkan pengelolaan keuangan, meningkatkan kemampuan pengembangan sumber daya manusia, dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Transformasi kepemimpinan ini diharapkan akan membantu NU untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tantangan masa depan dan meningkatkan kemandirian ekonomi organisasi.
NU berharap bahwa transformasi ini akan membantu organisasi untuk menjadi lebih kuat dan lebih mandiri dalam menjalankan misi dan visi organisasi.