Harga minyak meningkat setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan di Iran untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Serangan ini termasuk kemampuan pengawasan militer, sistem komunikasi, dan situs pertahanan udara.
Iran membalas serangan tersebut dengan menyerang pangkalan udara AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. William Roebuck, Wakil Presiden Eksekutif di Institut Negara-Negara Teluk Arab dan Mantan Duta Besar AS untuk Bahrain, membahas eskalasi terbaru ini dengan Abeer Abu Omar dari Bloomberg dalam acara Horizons Middle East and Africa.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak pada pasokan minyak global dan kestabilan kawasan. Perlu diawasi perkembangan selanjutnya untuk mengetahui bagaimana situasi ini akan berkembang.