Melansir pernyataan internal dari CEO Xbox Asha Sharma, Microsoft meluncurkan "reset" di divisi Xbox dengan memotong total 4.800 pegawai. Dari total itu, sekitar 30% pegawai Xbox akan terdampak. Ini membawa dampak pada hampir setiap bagian Xbox, serta melibatkan empat studio game yang dipisahkan untuk berdiri sendiri dari Microsoft.
Salah dua studio yang berada di bawah bayangannya antara lain Double Fine dan Compulsion Games. Tidak hanya itu, Microsoft juga rencananya akan mengeliminasi hampir 20% total posisi pekerjaan di Xbox pada akhir tahun keuangan 2027. Jargon ini disebut sebagai "reset" bagi perusahaan teknologi raksasa ini.
Mengapa Microsoft melakukan hal ini? Menurut pernyataan internal, langkah ini bertujuan untuk memungkinkan empat studio yang dilepaskan untuk berkembang dan menjadi lebih mandiri. Dengan demikian, Microsoft berharap dapat menghasilkan lebih banyak konten dan meningkatkan kualitas produk Xbox.
Apakah langkah ini akan berhasil? Hanya waktu yang akan menunjukkan. Namun satu hal jelas, Microsoft sedang mengalami masa sulit di bidang gaming.