Banyak dari kita telah terpengaruh oleh film-film Hollywood yang menampilkan pakaian pintar (smart glasses) sebagai alat yang canggih dan berguna. Namun, setelah menonton dua musim serial Netflix 'A Man on the Inside', saya menyadari bahwa Hollywood, mungkin tidak sengaja, telah menunjukkan masalah besar dengan smart glasses seperti yang ada saat ini.
Serial ini menceritakan tentang Charles Nieuwendyk, seorang janda tua yang menemukan tujuan baru setelah bekerja sebagai detektif swasta. Dengan bantuan kacamata pintar seperti Ray-Ban Meta, merekam suara, dan smartphone, Nieuwendyk berhasil menjalankan misi di dalam sebuah rumah pengawal hingga melibatkan beberapa kejadian privasi-invasif.
Tampaknya, serial ini menunjukkan bahwa smart glasses saat ini lebih banyak menimbulkan masalah daripada memberikan solusi. Apa yang sebenarnya dibutuhkan pengguna dan bagaimana teknologi ini bisa dioptimalkan agar benar-benar berguna?
Serial ini menjadi peringatan bagi pengembang teknologi untuk lebih fokus pada kebutuhan pengguna dan menciptakan solusi yang lebih efektif.