Masyarakat kelas bawah dan menengah bawah adalah kelompok masyarakat yang memiliki pendapatan dan kemampuan ekonomi yang relatif rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020, terdapat sekitar 27 juta orang yang termasuk dalam kategori masyarakat kelas bawah.
Ciri-ciri masyarakat kelas bawah dan menengah bawah dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti pendapatan, pendidikan, dan kondisi lingkungan. Beberapa ciri-ciri yang umum adalah:
1. Pendapatan rendah: Masyarakat kelas bawah dan menengah bawah memiliki pendapatan yang relatif rendah, biasanya di bawah Rp 5 juta per bulan.
2. Pendidikan rendah: Mereka memiliki tingkat pendidikan yang relatif rendah, dengan sebagian besar hanya memiliki pendidikan SMP atau SMK.
3. Kondisi lingkungan yang buruk: Masyarakat kelas bawah dan menengah bawah sering kali tinggal di daerah yang memiliki kondisi lingkungan yang buruk, seperti kemacetan, polusi, dan kekurangan fasilitas umum.
Mereka juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan mencari pekerjaan, kekurangan akses ke fasilitas kesehatan, dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kelas bawah dan menengah bawah, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memberikan dukungan dan akses ke fasilitas yang lebih baik.