Qiu Zuguan, pejabat Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) di masa lalu, menjadi korban kemarahan rakyat karena kebijakannya yang tidak adil. Ia dikenal sebagai seorang yang sangat zalim dalam menetapkan pajak kepada rakyat.
Kebijakan pajak yang diterapkan oleh Qiu Zuguan membuat rakyat sangat kesengsaraan. Mereka harus membayar pajak yang sangat tinggi, sehingga banyak dari mereka yang kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini membuat rakyat sangat marah dan tidak puas dengan pemerintahan VOC.
Sejarah mencatat bahwa Qiu Zuguan akhirnya menjadi korban kemarahan rakyat. Mayatnya ditemukan telantarkan di jalan, sebagai simbol dari kemarahannya terhadap pemerintahan VOC. Kisah ini menjadi contoh dari bagaimana kebijakan yang tidak adil dapat menyebabkan kemarahan dan kekecewaan dari rakyat.