Pemuka adat menuntun sepasang muda mudi pembawa biji kopi lanang (laki-laki) dan wadon (perempuan) yang sudah menikah di perkebunan sebagai bagian dari tradisi Temanten Kopi di lereng Gunung Kelud, Jawa Timur.
Tradisi Temanten Kopi ini merupakan salah satu lelucon yang unik dan memiliki makna filosofis dalam budaya Jawa. Sepasang pasangan muda mudi yang sudah menikah membawa biji kopi lanang dan wadon sebagai simbol kasih sayang dan pernikahan.
Pemuka adat menuntun pasangan muda mudi untuk melewati perkebunan, sambil membawa biji kopi lanang dan wadon. Tradisi ini juga diwarnai dengan latar belakang perkebunan yang indah dan pemandangan Gunung Kelud yang menakjubkan.
Warga lereng Gunung Kelud menggelar tradisi Temanten Kopi ini sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya dan tradisi di daerah mereka. Tradisi ini diharapkan dapat dipertahankan dan dilestarikan untuk generasi mendatang.