Marine Le Pen, pemimpin Partai Nasional Rakyat Prancis, kini memiliki peluang untuk maju dalam pemilihan presiden Prancis 2027 setelah putusan mahkamah mengurangi hukumannya.
Le Pen dijatuhi hukuman karena terbukti menyalurkan dana untuk staf parlemen Uni Eropa ke partainya. Namun, putusan mahkamah kemudian mengurangi hukumannya dari 30 bulan menjadi 15 bulan.
Penyiksaan hukuman ini memungkinkan Le Pen untuk melanjutkan ambisinya dalam pemilihan presiden Prancis 2027. Ini akan menjadi kali ketiga Le Pen maju dalam pemilihan presiden Prancis.
Le Pen telah menjadi salah satu kandidat paling berpengaruh dalam pemilihan presiden Prancis, dan putusan mahkamah ini bisa berdampak besar pada hasil pemilihan.
Prancis akan memilih presiden pada bulan April 2027, dan Le Pen diharapkan akan menjadi salah satu kandidat utama dalam pemilihan tersebut.