Dalam dekade terakhir, kita telah melihat kemajuan teknologi yang luar biasa. Telepon genggam yang sederhana telah menjadi smartphone pintar, mobil yang menggunakan gear manual telah digantikan oleh mobil otomatis, dan kartu pos telah digantikan oleh surel. Namun, di balik kemajuan ini, ada kerentanan manusia yang lebih dalam. Kita telah kehilangan koneksi dengan dunia fisik dan telah menjadi subjek kontrol mesin.
Sebelumnya, manusia dapat mengontrol mesin dengan menggunakan keahlian dan pengalaman. Tetapi sekarang, mesin telah menjadi lebih cerdas dan dapat mengalahkan manusia dalam segala hal. Contohnya, sistem navigasi yang canggih dapat mengarahkan kita ke tujuan, tetapi kita tidak lagi perlu tahu cara mencari jalan. Atau, mesin pembuat permen karet dapat menghasilkan permen karet yang sempurna, tetapi kita tidak lagi perlu tahu cara menggunakannya.
Hal ini terjadi karena peralatan kita telah menjadi lebih canggih dan dapat membuat keputusan tanpa perlu bantuan manusia. Namun, ini juga berarti kita telah kehilangan kemampuan untuk mengontrol mesin dan telah menjadi subjek kontrol mesin. Apakah ini adalah kemajuan atau kebobrokan?
Bahkan, kita masih ingat kemampuan kita untuk mengendarai sepeda motor tanpa helm, atau mengendarai mobil tanpa pengamanan. Namun, dengan kemajuan teknologi, kita telah kehilangan kemampuan tersebut dan telah menjadi subjek kontrol mesin.
Jadi, apakah kita akan pernah kembali ke jaman di mana manusia dapat mengontrol mesin? Atau, kita akan terus menjadi subjek kontrol mesin? Hanya waktu yang akan memberitahu.