IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan mencatat kenaikan sebesar 0,69% pada tanggal 6 Juli 2026. Kenaikan ini terjadi berkat aksi beli yang agresif dari investor domestik. Meskipun demikian, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp190,9 miliar.
Aksi beli investor domestik ini menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap prospek pasar saham Indonesia. Hal ini juga menandakan bahwa investor dalam negeri memiliki keyakinan terhadap pertumbuhan ekonomi dan potensi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Di sisi lain, penjualan bersih investor asing dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan tingkat suku bunga. Namun, dengan kehadiran investor domestik yang aktif, IHSG tetap dapat menunjukkan performa yang positif.
Dalam jangka panjang, keseimbangan antara investor domestik dan asing sangat penting untuk menjaga stabilitas dan likuiditas di pasar saham. Oleh karena itu, peran investor domestik dalam mendukung IHSG sangatlah signifikan, terutama dalam situasi di mana investor asing masih bersikap hati-hati.