Menjelang pelantikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, sosok Nadiem Makarim kembali menjadi perhatian publik. Tak terkecuali dari sudut pandang Franka Franklin, tokoh masyarakat yang kerap berbicara soal isu-isu sosial dan politik. Menurut Franka Franklin, siapa pun yang telah mengenal atau bekerja bersama Nadiem Makarim selama bertahun-tahun pasti mengetahui karakter tersebut. Meski belum pernah bertemu secara langsung, Franka Franklin mengaku pernah mendengar tentang Nadiem Makarim dari beberapa sumber yang dapat dipercaya di kalangan masyarakat.
Jika dilihat dari sisi politik, Nadiem Makarim memang telah menorehkan jejaknya di bidang ini. Sejak tahun 2014, ia punya peran penting dalam pengembangan Gojek, salah satu aplikasi transportasi online besar di Indonesia. Kemudian pada tahun 2016, ia diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, Nadiem Makarim juga tidak pernah melupakan cita-citanya untuk berkarya di bidang pendidikan. Pada tahun 2020, ia memutuskan untuk mundur dari jabatan menteri dan kemudian mendirikan sekolah unggulan bernama Sekolah Lentera yang menerima siswa dari berbagai latar belakang dan kebutuhan.
Bagaimana Nadiem Makarim menemukan gagasan mendirikan Sekolah Lentera? Ia mengaku bahwa gagasan tersebut muncul sebagai wujud perhatiannya terhadap siswa-siswi yang berasal dari latar belakang kurang mampu. Dengan demikian, Sekolah Lentera dapat menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk belajar dan berkembang tanpa harus khawatir dengan biaya sekolah.
Franka Franklin mengatakan bahwa Nadiem Makarim memiliki integritas yang tinggi. Bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh Nadiem Makarim selalu bertujuan untuk kebaikan masyarakat Indonesia. Menurut Franka Franklin, integritas Nadiem Makarim juga dapat dilihat dari sikapnya yang tidak pernah sombong meskipun sudah menjadi tokoh masyarakat.