Nasional

BPH Migas Diseret Tambah Kuota BBM Subsidi di Sumatera Selatan: Tuntutan Setelah Kematian Sopir Truk

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kembali dipermalukan oleh pihak legislatif. Setelah kekalahan di DPR, kini BPH Migas diseret untuk meningkatkan kuota BBM subsidi di Sumatera Selatan. Desakan ini datang setelah viralnya insiden kematian seorang sopir truk yang meninggal dunia karena mengantri solar bersubsidi di SPBU Rejodadi, Sembawa, Kabupaten Banyuasin.

Menurut Anggota Komisi XII DPR, Yulian Gunhar, BPH Migas harus segera mengevaluasi distribusi serta meningkatkan kuota BBM subsidi, khususnya Bio Solar dan Pertalite di Sumatera Selatan. 'Kami turut berduka atas meninggalnya seorang sopir truk saat mengantri solar bersubsidi di SPBU Rejodadi, Sembawa, Kabupaten Banyuasin,' katanya.

Selain meningkatkan kuota BBM subsidi, pemerintah juga harus meningkatkan infrastruktur di sektor energi. Jika infrastruktur tidak diperbarui, maka tidak akan ada peningkatan ketersediaan BBM di daerah-daerah.

Dengan meningkatkan kuota BBM subsidi, diharapkan dapat mengurangi antrian panjang di sejumlah SPBU di Sumatera Selatan. Selain itu, kebijakan ini juga dapat membantu mengurangi biaya hidup masyarakat di daerah tersebut.

Saat ini, pemerintah harus segera bertindak untuk mengatasi masalah BBM di Sumatera Selatan. Dengan meningkatkan kuota BBM subsidi, diharapkan dapat membantu mengurangi kesulitan masyarakat di daerah tersebut.